Langsung ke konten utama

Manajemen Strategi : The Internal Assessment

The Internal Assessment atau Analisis Lingkungan Internal

Lingkungan Internal
Secara garis besar sebuah perusahaan akan dipengaruhi oleh lingkungan perusahaan dimana lingkungan tersebut dapat dibagi kedalam dua bagian besar, yaitu lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Analisis lingkungan internal perusahaan merupakan analisis yang berguna dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan. Apa saja yang termasuk dalam lingkungan internal ? Lingkungan internal seharusnya mudah diidentifikasi karena berada di dalam perusahaan. Berikut ini adalah komponen analisis lingkungan internal perusahaan:
Sumber Daya (Resources)
Sumber daya sering diartikan sebagai input yang dibutuhkan untuk suatu proses produksi atau operasi. Secara sederhana sumner daya perusahaan dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu tangible, intangible, dan human resource.
Tangible Resources
Adalah sumber daya yang nilainya terlihat dalam data akuntansi dan mudah sekali diidentifikasi dan dievaluasi. Contohnya: sumber daya keuangan, sumber daya fisik dan organisasi.
Intangible Resources
Adalah sumber ddaya yang tidak terlihat dalam neraca keuangan perusahaan. Misalnya tekhnologi, inovasi dan reputasi
Human Resources
Human resources atau sumber daya manusia yang sifatnya spesifik dan kompleks dalam penilaiannya. Sumber daya manusia memang yang jelas terlihat, namun sumber daya yang disumbangkan kepada perusahaan adalah keterampilan, pengetahuan dan kemampuan mengambil keputusan. Biasanya manusia bekerja dalam suatu tim sehingga sulit untuk diidentifikasi seberapa besar sumbangan yang diberikan seseorang kepada perusahaan. Sehingga perusahaan pun menggunakan jumlah jam kerja, penampilan dan sikap. Yang termasuk Human resource antara lain: Karyawan, pemegang saham, dewan komisaris dll.
Kapabilitas (Capability)
Kapabilitas adalah kemampuan sumber daya yang menampilkan tugas atau aktivitas tertentu secara integrasif. Biasanya kapabilitas perusahaan ditentukan berdasarkan 2 pendekatan, yaitu :
Pendekatan fungsional
Pendekatan fungsional adalah yang menentukan kapabilitas perusahaan secara relatif terhadap fungsi-fungsi utama perusahaan seperti pemasaran, penjualan, keuangan dan akuntansi, sumberdaya manusia, produksi dan organisasi secara umum.
Pendekatan rantai nilai
Pendekatan rantai nilai adalah yang menentukan kapabilitas perusahaan berdasarkan serangkaian kegiatan berurutan yang merupakan sekumpulan kegiatan aktivitas nilai yang dilakukan untuk mendesain, memproduksi, memasarkan, mengirim dan mendukung produk atau jasa.

Kompetensi Inti (Core Competence)
Kompetensi inti merupakan kemampuan khusus yang dimiliki oleh perusahaan sehingga kompetensi inilah yang membuat perusahaan dapat memiliki daya saing yang berkelanjutan. Komitmen yang diberikan perusahaan untuk membangun kompetensi inti adalah komitmen untuk menciptakan atau menyempurnakan sekumpulan manfaat bagi pelanggan. Contohnya komitmen sony pada pocketability dan kompetensi intinya adalah miniaturisasi yang sudah mendahului penemuan Walkman, pesawat CD portable dan televisi saku, kemudian Motorola yang memberikan manfaat komunikasi yang tak terbatas kepada pelanggan dengan dukungan wireless communication sebagai kompetensi intinya. Berikut ini beberapa karakteristik kompetensi inti yaitu:
Hanya dimiliki oleh perusahaan yang performanya paling baik dibanding dengan perusahaan industri
Merupakan hal unik bagi perusahaan
Sulit untuk ditiru
Kompetensi inti ini memenuhi kebutuhan konsumen
Kompetensi inti sering berasal dari hubungan khusus dengan pelanggan, distributor, dan pemasok.
Kompetensi inti didasari atas keterampilan organisasi dan juga pengetahuan.

Tujuan Analisis Internal
Analisis internal diperlukan perusahaan seperti halnya analisis eksternal. Berikut ini adalah tujuan atau keuntungan diadakannya analisi internal oleh perusahaan:
Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan
Hasil dari analisis internal adalah informasi mengenai sumberdaya, keterampilan, kerja rutin dan proses kerja
Mengetahui kelemahan dan kekuatan perusahaan dari sumber daya tertentu dan kemampuan tertentu
Tidak adanya analisis internal berarti tidak ada informasi strategis yang dapat diperoleh
Digunakan untuk membuat keputusan strategis yang baik
Informasi yang diperoleh dari analisis internal digunakan untuk mengambil keputusan
Menentukan keunggulan kompetitif, menentukan keunggulan potensial, dan apa yang harus dihindari dari kompetitif yang sudah dikembangkan.
Menyediakan dasar dari aksi strategis yang dibutuhkan untuk mendukung keunggulan kompetitif

Tahapan Proses Analisis Internal
Melakukan identifikasi faktor-faktor internal yang strategis
Jadi mengidentifikasi apa saja faktor-faktor strategik itu, dimana dan dari mana berasal, mana yang perlu dievaluasi secara teliti, karena merupakan kekuatan dan kelemahan dan sebagai landasan bagi strategi.
Melakukan perbandingan informasi masa lalu dengan standar perusahaan
Membandingkan kinerja dengan masa lalu
Membandingkan kekuatan dan kelemahan dengan pesaing
Membandingkan kekuatan dan kelemahan dengan persyaratan kunci untuk sukses dalam industry

Metode Perumusan Strategi
Untuk mempermudah dalam menganalisis faktor internal yang digunakan dalam perumusan strategi ada beberapa metode yang dilakukan. Metode-metode tersebut diantaranya:
Analisis Rantai Nilai
Analisi rantai nilai berkenaan dengan proses ketika perusahaan menentukan biaya yang berkaitan dengan aktivitas dari membeli bahan mentah ke proses pengolahan produk sampai ke pemasaran produk. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi keuntungan atau kerugian biaya yang rendah dari pembelian bahan mentah sampai dengan proses pemasaran. Analisis ini juga memungkingkan perusahaan mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan perusahaan pesaing.
Matrik EFI
Analisis lingkungan internal dapat dilakukan dengan menggunakan matrik EFI atau Evaluasi Faktor Internal. Matrik ini serupa dengan matrik EFE (Extenal Factor Evaluation) yang digunakan dalam analisis lingkungan eksternal. Perbedaannya adalah faktor-faktor yang ditampilkan merupakan faktor lingkungan internal yang berupa kelemahan dan kekuatan yang dimiliki perusahaan.

file:///storage/sdcard1/The%20Internal%20Assessment.pptx

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Katanya sayang, katanya doang!

Bukan begitu caranya jika kamu tak mencintainya seolah-olah kamu perduli, perhatian dan melakukan apapun selayaknya kamu cintai dia Hingga hatinya terpaut terhadapmu dan enggan pergi dari sana Taukah kamu jika dia berfikir kamu mencintai dia sepenuh hatimu Padahal kamu hanya ngasih dia setengah bahkan mungkin hanya seperempatnya, nggak penuh! Entahlah aku bisa atau tidak jika dia tau ini semua Hatinya yang begitu polos dan mudah rapuh kamu racuni setiap hari dengan kata-kata yang membuat dia melambung tinggi jika memikirkannya Entah itu kapan kembalinya Yang jelas kamu bisa menarik kapanpun kata-katamu jika kamu mau Dan itu menyakitkan, percayalah!   Yang perlu kamu tau, dia sangat mempercayaimu Bahkan dia tidak percaya dengan dirinya sendiri, sekuat itu Tapi kamu sering membohongi dia, sering melupakan dia ketika kamu sudah mendapatkan kesenangan dari orang lain Lalu bagimu dia apa? Kamu menginginkan dia tapi seperti tak ingin Kamu hanya ingin mempe...

Makalah | Bahasa dan Kebudayaan

BAHASA INDONESIA DAN KEBUDAYAAN Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia yang diampu oleh dosen Widhiastuti, S.Pd DISUSUN OLEH KELOMPOK 5 : FRANSISKUS XAVERIUS ELKAKA 160404020069 YASINTA AFRIDA JATANG 160404020070 PUTRI YULI KARTIKASARI 160404020076 DORTIANA SAJU 160404020079 FIFTA DIAN FITRIAWATI 160404020080 RIZKI HENI PRATIWI 160404020081 GIOVANI EKO PRASETIYO 160404020082 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG 2016 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan hasil makalah yang berjudul “Hak dan Kewajiban Warga Negar...