Langsung ke konten utama

Dilema

Kamu mencintainya layaknya berdiri ditepi jurang dalam keadaaan gelap yang entah kamu tak tau harus melangkah maju atau mundur. Mencintainya membuatmu berangan-angan, berharap nyaman dan tak ingin lepas darinya. Membangun rumah tangga bersamanya pun tak lepas dari angan-angan panjangmu. Ya, pikiranmu terus di lalui dengan angan-angan panjang yang entah bertuan atau tidak. Sayangnya kamu tidak bisa terus-terusan berada dalam keadaan ini, entah itu temen rasa pacar atau memang sudah pacaran yang jelas agamamu melarangnya dan kamu tau itu.
Kamu menjalani semuanya dengan hati yang setengah-setengah. Disisi lain kamu ingin merasakan rasanya dicintai dan mencintai layaknya orang-orang. Bahasa gaulnya sekarang kalo nggak punya pacar berarti kamu nggak laku atau kamu terlalu kudet. Toh pacaran juga nggak ngapa-ngapain bisa saling kasih semangat, ada yang ngingetin makan mandi tidur kata mereka *alarm pun kalah hehe. Tapi disisi lain sebenarnya hatimu tidak bisa menerima itu sepenuhnya. Disaat kamu sudah menjalin hubungan dengannya, diam-diam saat tengah malam kamu memikirkan apakah yang aku lakukan ini benar. Ada semacam rasa bersalah pada diri sendiri. Yang lama-lama membuatmu berfikir sempit akan sebuah kebahagiaan. Kamu berfikir cinta itu adalah tolak ukur sebuah kebagaiaan yang nantinya akan berakhir sebagai bucin (budak cinta) haha
Saat itu pula kamu bingung harus melepaskan dengan rasa cinta yang ada atau membiarkannya tinggal disana. Jangan-jangan kamu tidak mau melepaskan dia karena kamu terlalu khawatir kalau-kalau dia berakhir dengan yang lain. Lagi-lagi jika harus mempertahankannya kamu merasa bersalah dengan diri sendiri. Ingin langsung menikah tapi kamu belum siap mental apalagi dia, orang tuamu pun tak akan merestuinya.
Sejak awal sebenarnya kamu sudah tau tentang ini, tau harus dibawa kemana hubungan dan perasaanmu. Dalam agamamu sudah jelas bahwa hubungan diluar pernikahan itu jelas-jelas dilarang. Ini tidaklah diungkapkan oleh seorang yang ahli agama melainkan ada dalam wahyu-Nya yang begitu jelas. Dalam hatimu, kan aku pacaran nggak ngapa-ngapain, aku tak akan melanggar batas dengannya. Kamu berdusta pada dirimu sendiri karena sudah pasti ada apa-apa diantara kalian. Kata-kata rindu yang selalu dilontarkan, kata-kata sayang yang selalu membahagiakan, curhat sampai tengah malam, kemudian saling bertemu untuk melepas rindu, tatapan mata yang membawa sejuta makna, sentuhan sederhana dan lain sebagainya yang lama-lama kau anggap wajar tanpa orang lain tau. Semua terlalu indah tetapi ada yang mengganjal.
Tetapi bersyukurlah kamu masih mempunyai hati yang masih mempertimbangkan agama sebagai tolak ukurnya. Karena ketika kita terhimpit suatu masalah, ketika kita dalam keadaan sakaratul maut, agama adalah jalan satu-satunya untuk kembali. Ketika kamu memilih untuk melepaskannya karena agama bukan berarti hidupmu akan hampa. Cobalah berfikir luas dan terbuka. Agar kamu bisa mendapatkan keputusan yang tepat karena salah langkah akan membawamu kedalam jurang yang dalam. Pilihan ada ditanganmu sekarang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manajemen Strategi : The Internal Assessment

The Internal Assessment atau Analisis Lingkungan Internal Lingkungan Internal Secara garis besar sebuah perusahaan akan dipengaruhi oleh lingkungan perusahaan dimana lingkungan tersebut dapat dibagi kedalam dua bagian besar, yaitu lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Analisis lingkungan internal perusahaan merupakan analisis yang berguna dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan. Apa saja yang termasuk dalam lingkungan internal ? Lingkungan internal seharusnya mudah diidentifikasi karena berada di dalam perusahaan. Berikut ini adalah komponen analisis lingkungan internal perusahaan: Sumber Daya (Resources) Sumber daya sering diartikan sebagai input yang dibutuhkan untuk suatu proses produksi atau operasi. Secara sederhana sumner daya perusahaan dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu tangible, intangible, dan human resource. Tangible Resources Adalah sumber daya yang nilainya terlihat dalam data akuntansi dan mudah sekali diidentifikasi dan dievaluasi. ...

Katanya sayang, katanya doang!

Bukan begitu caranya jika kamu tak mencintainya seolah-olah kamu perduli, perhatian dan melakukan apapun selayaknya kamu cintai dia Hingga hatinya terpaut terhadapmu dan enggan pergi dari sana Taukah kamu jika dia berfikir kamu mencintai dia sepenuh hatimu Padahal kamu hanya ngasih dia setengah bahkan mungkin hanya seperempatnya, nggak penuh! Entahlah aku bisa atau tidak jika dia tau ini semua Hatinya yang begitu polos dan mudah rapuh kamu racuni setiap hari dengan kata-kata yang membuat dia melambung tinggi jika memikirkannya Entah itu kapan kembalinya Yang jelas kamu bisa menarik kapanpun kata-katamu jika kamu mau Dan itu menyakitkan, percayalah!   Yang perlu kamu tau, dia sangat mempercayaimu Bahkan dia tidak percaya dengan dirinya sendiri, sekuat itu Tapi kamu sering membohongi dia, sering melupakan dia ketika kamu sudah mendapatkan kesenangan dari orang lain Lalu bagimu dia apa? Kamu menginginkan dia tapi seperti tak ingin Kamu hanya ingin mempe...

Makalah | Bahasa dan Kebudayaan

BAHASA INDONESIA DAN KEBUDAYAAN Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia yang diampu oleh dosen Widhiastuti, S.Pd DISUSUN OLEH KELOMPOK 5 : FRANSISKUS XAVERIUS ELKAKA 160404020069 YASINTA AFRIDA JATANG 160404020070 PUTRI YULI KARTIKASARI 160404020076 DORTIANA SAJU 160404020079 FIFTA DIAN FITRIAWATI 160404020080 RIZKI HENI PRATIWI 160404020081 GIOVANI EKO PRASETIYO 160404020082 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG 2016 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan hasil makalah yang berjudul “Hak dan Kewajiban Warga Negar...